Pembaca blog mindatahwil sangat dialu-alukan sekiranya ingin berkongsi artikel yang kami paparkan di dalam blog ini. Terima kasih kepada yang memberikan kredit(membuat pautan) kepada kami, tetapi kami tidak kisah jika tidak diberikan kredit. Harapan kami semoga kita semua mendapat manfaat daripadanya dan kami juga berharap agar pembaca dapat mendoakan kami. Terima kasih kerana sudi meluangkan masa membaca artikel dalam blog "Minda Tahwil" ini. Yang baik itu datangnya dari Allah Yang Maha Sempurna dan yang buruk itu dari kelemahan diri kami

Ungkapan Bahasa Hati Tentang Kehidupan Dunia.

Allah Swt Berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di alas bumi ini sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik amal perbuatannya. Dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan pula apa yang ada di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus" (Q.S.AI-Kahfi: 7-8)


WAHAI DUNIA ENGKAUKAH TUJUAN HAMBA ….

Suatu Ketika Luqman Al-Hakim pernah berkata kepada anaknya: "Wahai anakku, sesungguhnya dunia itu laut yang dalam. Telah banyak orang yang tenggelam didalamnya. Maka hendaklah perahumu di dunia itu bertaqwa kepada Allah Azza Wajalla. Isinya adalah iman kepada Allah Ta'ala. Dan layarnya adalah tawakkal kepada Allah Azza wa lalla.
Semoga engkau selamat. Dan aku tidak melihatmu itu orang yang selamat. Sesunggunya engkau tidak akan menjadi pada sesuatu dari dunia kecuali baginya ada yang memlikinya sesudahmu. Dan tidak ada bagimu dari dunia itu kecuali makanan malam dan makanan siang. Maka jangan engkau membinasakan dalam memakannya. Berpuasalah dari dunia dan berbukalah pada akhirat. Kerana sesungguhnya pokok harta dunia itu adalah HAWA NAFSU . . . Keuntungannya adalah NERAKA. . .

Sebahagian Ahli Hikmah berkata:"Dunia itu ada dan aku tidak ada didalamnya.Dunia itu pergi dan aku tidak ada didalamnya. Maka aku tidak bertempat padanya.Karena kehidupannya itu sulit dan payah. kejernihannya itu keruh. Dan penghuninya dari dunia itu atas ketakutan. Kadang-kadang disebabkan oleh kenikmatan yang hilang atau kebinasaan yang akan turun atau kematian yang ditetapkan. Kemudian pernah suatu saat Imam Al-Hasan bin Ali R.a berkata: "Rasulullah Saw pada suatu hari keluar, kepada para Sahabatnya beliau bersabda: "Apakah ada diantara kamu orang yang menghendaki Allah menghilangkan buta dari padanya dan Allah menjadikan ia dapat melihat ? ... lngatlah, barang siapa yang mencintai dunia dan panjang angan-angan tentang dunia itu, nescaya Allah membuat hatinya buta menurut kadar sedemikian.

Barang siapa yang zuhud (tidak mencintai) terhadap dunia dan pendek angan-angannya tentang dunia, nescaya Allah memberikan kepada orang itu ILMU dengan tanpa belajar dan Petunjuk dengan tanpa HIDAYAH. lngatlah kelak sesudah kamu akan ada satu kaum yang KEKUAS4AN dan KEKAYAANNYA tidak lurus bagi kaum itu kecuali penuh kesombongan dan ketidak adilan. Tidak ada kecintaan kecuali dengan mengikuti hawa nafsu.

lngatlah, barang siapa diantara kamu menjumpai zaman itu, lalu ia bersabar alas kefakiran, sedangkan ia mampu alas kekayaan dan mampu alas kemuliaan kecuali memperoleh keredhaan Allah Swt... Rasulullah Saw kemudian bersabda lagi "Barang siapa yang bangun pagi-pagi dan dunia menjadi cita-citanya yang terbesar, maka ia tidak mendapat bagian sedikitpun dari Allah.

Dan Allah menetapkan pada hatinya empat perkara:
1.Kesusahan .yang tidak putus selama-lamanya dari orang itu,
2.Kesibukan diri .yang tidak akan habis selama-lamanya dari orang itu,
3.Kefakiran .yang tidak mencapai kecukupan selama-lamanya,
4.Angan-angan .yang tidak mencapai kesudahan selama-lamnya.

"...Akhirnya...Suara Hati bertanya: "Wahai Dunia...Engkaukah Tujuan Hamba...?

Wallahu'alam

(C) Copyright

Tiada ulasan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...