Pembaca blog mindatahwil sangat dialu-alukan sekiranya ingin berkongsi artikel yang kami paparkan di dalam blog ini. Terima kasih kepada yang memberikan kredit(membuat pautan) kepada kami, tetapi kami tidak kisah jika tidak diberikan kredit. Harapan kami semoga kita semua mendapat manfaat daripadanya dan kami juga berharap agar pembaca dapat mendoakan kami. Terima kasih kerana sudi meluangkan masa membaca artikel dalam blog "Minda Tahwil" ini.

Wahyu terakhir kepada Rasulullah

Surah Al-Maaidah, ayat 3

Ertinya: 


"Diharamkan kepada kamu (memakan) bangkai (binatang yang tidak disembelih), dan darah (yang keluar mengalir), dan daging babi (termasuk semuanya), dan binatang-binatang yang disembelih kerana yang lain dari Allah, dan yang mati tercekik, dan yang mati dipukul, dan yang mati jatuh dari tempat yang tinggi, dan yang mati ditanduk, dan yang mati dimakan binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih (sebelum habis nyawanya), dan yang disembelih atas nama berhala; dan (diharamkan juga) kamu merenung nasib dengan undi batang-batang anak panah. Yang demikian itu adalah perbuatan fasik. Pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa (daripada memesongkan kamu) dari ugama kamu (setelah mereka melihat perkembangan Islam dan umatnya). Sebab itu janganlah kamu takut dan gentar kepada mereka, sebaliknya hendaklah kamu takut dan gentar kepadaKu. Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu ugama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi ugama untuk kamu. Maka sesiapa yang terpaksa kerana kelaparan (memakan benda-benda yang diharamkan) sedang ia tidak cenderung hendak melakukan dosa (maka bolehlah ia memakannya), kerana sesungguhnya Allah maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."

Diriwayatkan bahwa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar iaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada'].

Pada masa itu Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun,  Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam bersandar pada unta baginda, dan unta baginda pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril ‘AlayhiSalam dan berkata:

"Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu."

Setelah Malaikat Jibril ‘AlayhiSalam pergi maka Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah. Setelah Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam mengumpulkan para sahabat beliau, maka Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam pun menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibril ‘AlayhiSalam. Apabila para sahabat mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata:

"Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna."

Apabila Abu Bakar radhiAllahu anh mendengar keterangan Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya maka ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar radhiAllahu anh menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain, maka berkumpullah para sahabat di depan rumah Abu Bakar dan mereka berkata:  "Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempuma."

Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat maka Abu Bakar radhiAllahu anh pun berkata, "Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahwa apabila sesualu perkara itu telah sempuma maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahwa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah SAW. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri nabi menjadi janda."

Selelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar maka sadarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar, lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam tentang apa yang mereka lihat itu. Berkata salah seorang dari para sahabat, "Ya Rasulullah, kami baru kembali dari rumah Abu Bakar dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau."

 Apabila Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar. Setelah Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam sampai di rumah Abu Bakar maka Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam melihat kesemua mereka yang menangis dan bertanya, "Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?."

Kemudian Ali ra. berkata, "Ya Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam, Abu Bakar mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?."

Lalu Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam berkata: "Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar ra. adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat".

Setelah Abu Bakar radhiAllahu anh mendengar pengakuan Rasulullah Salallahu‘AlayhiWasallam, maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pengsan.

0 komen:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...